Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, minimal satu persen pada tahun anggaran 2026 melalui penguatan sinergi bersama jajaran DPRD setempat.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan bahwa target tersebut merupakan prioritas utama dalam roda pemerintahan tahun 2026 ini, di samping upaya mempertahankan prestasi penanganan stunting yang menjadi salah satu yang terbaik di tingkat nasional.

"Terkait pengentasan kemiskinan dan pengangguran, kami menargetkan penurunan minimal sebesar 0,5 persen hingga 1 persen atau bahkan lebih pada 2026 melalui berbagai program strategis," ujar Erwan usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat di Bandung, Senin.

Dalam rapat yang beragendakan Pembukaan Masa Sidang II tahun sidang 2025-2026 dan penetapan AKD 2026 tersebut, Erwan menegaskan bahwa kunci keberhasilan pencapaian target makro pembangunan tersebut terletak pada soliditas antara eksekutif dan legislatif.

"Eksekutif dan legislatif harus tetap kompak untuk mencapai seluruh program pembangunan," ujarnya.

Selain isu kemiskinan, Erwan menyoroti capaian positif Jawa Barat dalam menekan angka stunting yang telah mencatatkan penurunan signifikan lebih dari 5 persen. Angka ini diklaim sebagai salah satu penurunan tertinggi secara nasional.

Ia berharap tren positif tersebut terus berlanjut sehingga Jawa Barat (Jabar) dapat menjadi percontohan bagi provinsi lain dalam hal kesehatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar.

"Kita akan lebih banyak turun langsung ke masyarakat. Selain itu, pembangunan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Jawa Barat juga tetap menjadi perhatian utama," kata Erwan.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026