Akademisi: Pemprov Jabar harus perkuat program penurunan kemiskinan
Kamis, 19 Januari 2023 10:52 WIB
Ilustrasi. Warga membersihkan perabotan pada kawasan pemukiman padat penduduk di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/1/2023). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat jumlah penduduk miskin perkotaan pada September 2022 sebanyak 4,05 juta orang atau 7,52 persen yaitu naik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya September 2021 (year on year) sebesar 7,48 persen. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi/agr)
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui akun media sosialnya @ridwankamil menyebut, penurunan orang miskin terbanyak per September 2022 diraih Provinsi Jabar, yang merupakan provinsi dengan penduduk terbesar, hampir 50 juta jiwa.
Ia menuturkan pula beberapa strategi terukur yang dilakukan dan berhasil mengurangi jumlah warga miskin di Jabar pada 2022.
Pertama, bagi warga dalam kategori level miskin ekstrem diberi daya hidup dengan bantuan keuangan atau bantuan sosial (bansos).
Kedua, bagi warga level miskin tengah, Pemda Provinsi Jabar agresif membukakan lapangan kerja melalui investasi dan penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal itu terlihat dari nilai realisasi investasi Jabar selalu tertinggi dalam lima tahun berturut-turut.
Kemudian ketiga, bagi level miskin atas, mereka akan dilatih wirausaha dan diberi modal usaha.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Akademisi: Pemprov Jabar harus perkuat program terkait kemiskinan
