"Sebagian nilai tukar emerging markets juga bergerak menguat terhadap dolar AS. Ini mungkin bisa menahan pelemahan rupiah," kata Ariston.
Dari dalam negeri, lanjut Ariston, surplus neraca perdagangan April 2022 juga mungkin bisa menahan pelemahan rupiah.
Baca juga: Kurs Rupiah diproyeksikan masih lanjut terkoreksi jelang akhir pekan
Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke kisaran Rp14.550 per dolar AS hingga Rp14.650 per dolar AS.
Pada Jumat (13/5), rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.613 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.598 per dolar AS.