Cianjur (ANTARA) - Volume kendaraan di jalur mudik selatan Cianjur, Jawa Barat, mengalami peningkatan volume pada H-2 Lebaran 2022, sebagian besar kendaraan yang melintas didominasi bernomor polisi Jabodetabek dan Bandung dengan tujuan sejumlah kecamatan di selatan Cianjur.
Pantauan di Cianjur, Sabtu, memasuki H-2 lebaran dari pagi hingga petang, antrean kendaraan dengan ciri khas mudik yang melintas di jalan raya Bandung-Cianjur, tepatnya mulai dari Ciwidey hingga Naringgul, meningkat hingga 200 kendaraan per menit didominasi kendaraan roda dua, dari sebelumnya sekitar 50-75 kendaraan.
Sejumlah tempat istirahat di sepanjang jalur tersebut, banyak digunakan pemudik untuk melepas lelah atau sekedar berswafoto seperti di tugu selamat datang di Kabupaten Cianjur di Bale Gede-Naringgul dan tebing hijau Tanjakan Mala.
Sebagian besar pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat, mengatakan memilih melintas di jalur Naringgul karena kondisi jalan yang laik dilalui dibandingkan melalui jalan utama Cianjur-Cianjur selatan yang kondisinya rusak, sehingga mereka dapat dengan cepat sampai ke kampung halaman.
"Saya dari Jakarta hendak mudik ke Sindangbarang, saya memilih keluar tol Soreang lanjut ke Naringgul, Cidaun dan Sindangbarang karena landasan jalannya bagus dibanding jalur utama Cianjur yang rusak mulai dari Cibeber hingga Sindangbarang," kata pemudik asal Jakarta Selatan, Saepul Rohman.
Hal senada terucap dari pemudik lainnya yang memilih jalur selatan untuk sampai ke kampung halamannya di Kabupaten Garut, sebagai upaya menghindari macet di jalur utama Bandung. Mereka menilai jarak tempuh dari pintu tol Seroja lebih cepat sampai ke Garut Selatan.
Volume kendaraan di jalur mudik selatan Cianjur meningkat
Minggu, 1 Mei 2022 13:00 WIB