Kendala ekspor UMKM

  • Senin, 2 Juli 2018 14:49

Pekerja menyelesaikan produksi ukulele di galeri Mahardika Instrument, Dago Pakar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (2/7). Asosiasi UMKM Indonesia mencatat, jumlah eksportir produk UMKM di Indonesia hanya mencapai angka lima Persen yang diakibatkan oleh biaya untuk mengekspor yang cenderung mahal. ANTARA JABAR/Raisan Al Farisi/agr/18

Pekerja menyelesaikan produksi ukulele di galeri Mahardika Instrument, Dago Pakar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (2/7). Asosiasi UMKM Indonesia mencatat, jumlah eksportir produk UMKM di Indonesia hanya mencapai angka lima Persen yang diakibatkan oleh biaya untuk mengekspor yang cenderung mahal. ANTARA JABAR/Raisan Al Farisi/agr/18

Pekerja menyelesaikan produksi ukulele di galeri Mahardika Instrument, Dago Pakar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (2/7). Asosiasi UMKM Indonesia mencatat, jumlah eksportir produk UMKM di Indonesia hanya mencapai angka lima Persen yang diakibatkan oleh biaya untuk mengekspor yang cenderung mahal. ANTARA JABAR/Raisan Al Farisi/agr/18

Pekerja menyelesaikan produksi ukulele di galeri Mahardika Instrument, Dago Pakar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (2/7). Asosiasi UMKM Indonesia mencatat, jumlah eksportir produk UMKM di Indonesia hanya mencapai angka lima Persen yang diakibatkan oleh biaya untuk mengekspor yang cenderung mahal. ANTARA JABAR/Raisan Al Farisi/agr/18

Berita Terkait