Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) Bersubsidi Tahun 2026 guna menjaga stabilitas harga bahan pokok saat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Kamis, mengatakan kondisi inflasi Kabupaten Bandung saat ini stabil berada di angka 3,01 persen sehingga perlu dijaga melalui berbagai langkah pengendalian harga.
“Nilai inflasi kita 3,01 persen. Ini menunjukkan kerja nyata seluruh perangkat daerah dalam menjaga stabilitas harga,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan bahwa paket sembako yang tersedia dalam OPM terdiri atas beras premium 5 kilogram, gula pasir premium 2 kilogram, minyak goreng premium 2 liter, dan tepung terigu 1 kilogram.
"Adapun harga paket sendiri senilai Rp83.000 per paket setelah mendapat subsidi Rp81.000 dari harga normal sebesar Rp164.000," tambahnya dalam keterangan.
Ia juga menambahkan OPM dilaksanakan serentak di Kecamatan Cangkuang, Cikancung, dan Rancaekek sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga menjelang hari raya.
Sementara itu, berdasarkan data terbaru yang dirilis Disperdagin Kabupaten Bandung, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, seperti cabai rawit merah tercatat Rp91.333 per kilogram, bawang sumenep Rp53.333 per kilogram, bawang merah Rp44.111 per kilogram, serta minyak curah Rp20.722 per kilogram.
Adapun komoditas lain seperti beras premium Rp15.000 per kilogram, beras medium Rp13.444 per kilogram, daging sapi Rp139.444 per kilogram, dan daging ayam Rp41.666 per kilogram terpantau dalam kondisi stabil.
Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Disperdagin terus melakukan pemantauan harga secara berkala guna menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan inflasi daerah, terutama menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026