Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menyebut luas wilayah terdampak banjir di kawasan Cekungan Bandung terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan penanganan banjir melalui intervensi pemerintah pusat telah menunjukkan hasil signifikan, meski masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama lintas sektor.

“Setelah ada intervensi dari pemerintah pusat melalui program Citarum Harum, yang tadinya 4.000 hektare, saat ini tinggal sekitar 1.500 hektare,” katanya di Bandung, Senin.

Ia menjelaskan bahwa berkurangnya luas genangan tersebut merupakan capaian penting, tetapi kondisi sedimentasi sungai yang terus meningkat menjadi tantangan baru dalam pengendalian banjir di wilayah tersebut.

“Karena sedimentasi ini meningkat, tidak ada maintenance atau pemeliharaan, sehingga banjir terjadi kembali,” ujarnya.

Selain faktor teknis, Dadang menyebut tingginya curah hujan juga berkontribusi terhadap fluktuasi durasi dan intensitas banjir yang terjadi di Kabupaten Bandung.

“Memang waktunya yang dulu bisa satu bulan bahkan dua minggu, sekarang bisa satu minggu, bahkan tahun kemarin bisa dua hari. Tapi saat curah hujan tinggi, bisa melonjak lagi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa persoalan banjir tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk dalam pengelolaan sampah.

“Tentu ini pekerjaan kita bersama, termasuk urusan sampah yang harus kita selesaikan dengan terobosan inovasi,” katanya.

Dadang menambahkan, pemerintah daerah akan terus memprioritaskan penanganan banjir secara berkelanjutan melalui sinergi dengan pemerintah pusat dan partisipasi masyarakat. Ia berharap upaya tersebut dapat mengurangi risiko banjir secara signifikan di masa mendatang.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026