Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, memastikan tiga proyek penanganan banjir mulai dibangun tahun ini setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan tiga proyek tersebut meliputi normalisasi Sungai Cisunggalah di Kecamatan Solokan Jeruk, serta pembangunan kolam retensi di Tegalluar dan Rancaekek.
“Alhamdulillah, tiga usulan kami langsung disetujui oleh Menteri PU. Insya Allah mulai dibangun dan dikerjakan tahun ini juga,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Bandung, Selasa.
Ia menyebutkan persetujuan dari Kementerian PU tersebut merupakan hasil komunikasi yang juga didukung oleh Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.
Menurut dia, normalisasi Sungai Cisunggalah menjadi prioritas karena wilayah Majalaya dan Solokan Jeruk hampir setiap tahun terdampak banjir akibat luapan sungai saat curah hujan tinggi.
Selain itu pembangunan kolam retensi di Tegalluar seluas 3,5 hektare dinilai mendesak mengingat kawasan tersebut menjadi salah satu titik banjir terparah akibat limpasan dari sejumlah sungai, termasuk Citarum.
"Tegalluar ini sudah terlalu lama menjadi langganan banjir. Karena itu kami mengusulkan kolam retensi agar ada penampungan air dan beban ke permukiman bisa dikurangi," katanya.
Pihaknya juga menjelaskan akan membangun kolam retensi di Sukamanah pada lahan seluas 1,5 hektare, yang diharapkan dapat mengurangi genangan di wilayah Rancaekek yang kerap terdampak banjir saat debit air meningkat.
Bupati Dadang juga menegaskan pembangunan tiga proyek tersebut diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengurangi risiko banjir yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami berharap pelaksanaannya berjalan lancar dan manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” kata Bupati Bandung Dadang Supriatna.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026