Bandung (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring bagi sejumlah sekolah yang terdampak bencana longsor di wilayah Cisarua, menyusul pemanfaatan ruang sekolah sebagai dapur umum dan posko kebencanaan.
Kepala Disdik Bandung Barat Asep Dendih mengatakan proses belajar mengajar untuk sementara waktu dialihkan ke sistem jarak jauh guna memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan, meskipun fasilitas sekolah digunakan untuk penanganan bencana.
“Untuk proses belajar mengajar kami gunakan daring, jarak jauh, terlebih dahulu karena ruang sekolah saat ini dipakai dapur umum untuk mendukung penanggulangan bencana,” katanya.
Ia menjelaskan kebijakan pembelajaran daring tersebut bersifat sementara dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait durasi penggunaan sekolah sebagai fasilitas penanganan bencana.
“Untuk jangka waktunya, kami akan berkoordinasi dengan BPBD untuk mengetahui kapan berakhirnya penggunaan sekolah sebagai posko bencana,” ujarnya.
Menurut dia, pemanfaatan sekolah sebagai lokasi dapur umum dan posko dinilai sangat membantu proses penanganan bencana karena letaknya yang dekat dengan lokasi terdampak serta memiliki fasilitas yang memadai.
“Kami sangat memperbolehkan sekolah dipergunakan untuk penanganan bencana karena paling dekat dengan lokasi dan fasilitas memadai,” katanya.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026