Bandung (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), setelah berlangsung selama 22 hari.
“Basarnas secara resmi menutup Operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu setelah berlangsung selama 22 hari,” kata Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana di Bandung, Jumat.
Ia menjelaskan, keputusan penghentian operasi diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh bersama tim SAR gabungan dengan mempertimbangkan aspek teknis, efektivitas pencarian, serta keselamatan personel di lapangan.
“Keputusan penghentian operasi diambil melalui evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek teknis, efektivitas pencarian, serta keselamatan personel,” ujarnya.
Selama 22 hari pelaksanaan operasi, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 101 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 korban telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Ade menyebutkan, dari total korban yang teridentifikasi, sebanyak 64 orang merupakan warga setempat. Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Basarnas juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut serta permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan operasi terdapat hal-hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan.
“Kami memahami bahwa tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan. Namun kami memastikan bahwa setiap upaya telah dilakukan secara maksimal,” kata Ade.
Operasi pencarian dimulai sejak 24 Januari 2026 dan berakhir pada Jumat (13/2). Sebelumnya, pemerintah daerah telah mencabut status tanggap darurat bencana longsor Cisarua pada 6 Februari 2026.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Basarnas resmi tutup operasi pencarian korban longsor Cisarua
