"Tradisi ini rutin dilakukan menjelang masuknya bulan puasa atau Ramadhandengan tujuan untuk membersihkan diri, dimana tradisi ini memiliki nilai penting bagi simbol identitas masyarakat Miduana dalam memperkuat identitas budaya," katanya.

Pihaknya berharap pengajuan dua tradisi masyarakat di Cianjur itu, mendapat pengakuan dari Pemprov Jabar sebagai WBTB yang selama ini belum dimiliki Pemkab Cianjur, dimana informasi terakhir sudah masuk tahap kajian dan observasi.

"Harapan kami dapat terkabul sehingga Cianjur memiliki dua WBTB dan akan mengajukan sejumlah tradisi lainnya yang khas di Cianjur sehingga dapat diakui sebagai WBTB," katanya.

Baca juga: Disdikpora Cianjur serahkan proses hukum oknum guru PPPK ke polisi

Baca juga: Pemkab Cianjur berikan sanksi tegas terhadap ASN terlibat judi daring


Baca juga: Disnakertrans Cianjur menyalurkan 11 ribu pekerja sepanjang tahun 2025



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026