Cianjur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggencarkan sosialisasi pemilahan sampah dari rumah guna memperkecil tonase sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah Mekarsari di Kecamatan Cikalongkulon yang mencapai 450 ton per hari.
Kepala DLH Cianjur Komarudin di Cianjur, Minggu, mengatakan sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara, baik secara langsung dalam kegiatan Car Free Day (CFD) dan kegiatan pemerintah lainnya seperti Rembug Warga yang digelar setiap pekan.
Termasuk, lanjutnya, melakukan sosialisasi di media sosial resmi milik dinas dan pemerintah daerah serta media cetak dan elektronik, agar masyarakat dapat menerapkan pemilahan sampah dari rumah, sehingga hanya sampah yang tidak dapat diolah yang dibuang ke TPAS.
"Setiap harinya ratusan ton sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari, sebagian besar masih dapat diolah menjadi pupuk organik atau botol plastik yang memiliki nilai ekonomis, namun masih banyak yang membuang tanpa memilah dari rumah," katanya.
Untuk menarik minat warga agar sosialisasi dapat tersampaikan dan dilanjutkan dengan tindakan pemilahan sampah dari rumah, pihaknya memberikan berbagai produk hingga sembako pada masyarakat yang menukarkan sampah plastiknya dalam kegiatan CFD.
Masing-masing warga yang membawa sampah plastik seperti botol bekas air mineral dengan jumlah tertentu akan mendapat produk mulai dari handuk sampai dengan tempat air minum atau tumbler, serta kebutuhan pangan mulai dari beras, minyak goreng sampai gula.
Selain itu [etugas akan memberikan edukasi pentingnya memilah sampah dari rumah sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di sejumlah titik di Cianjur, agar jumlah sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari berkurang sehingga usianya dapat bertahan lama.
"Petugas juga meminta warga untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena dapat menimbulkan bencana termasuk penyakit, serta membuang sampah tepat waktu guna menjaga keindahan Kota Cianjur," katanya.
Pihaknya mencatat volume sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari mengalami penurunan hingga 20 persen selama tiga tahun terakhir, karena pengolahan mulai dari hulu yang sudah berjalan, seperti Program Dipilah Dipilih Kelola Sampah Dari Rumah (Dipilampah).
Selain itu, kata dia, sudah berjalannya delapan dari 14 Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) dimana sistem pengelolaan sampah skala kawasan atau komunal yang berfokus pada pengumpulan, pemilahan, dan pendauran ulang sampah, sehingga volume sampah yang masuk ke TPAS terus menurun.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026