Kota Bandung (ANTARA) - Pengelola Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) menolak bantuan pakan satwa dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meski stok pakan diketahui tengah menipis.
“Iya karena alasan kita tidak dulu menerima, karena bantuan itu mengikat,” kata Humas Bandung Zoo Sulhan Syafi’i di Bandung, Rabu.
Sulhan menyebut Bandung Zoo saat ini masih bertahan dengan mengandalkan donasi dari masyarakat dan pengunjung tetap diperbolehkan masuk dalam skala terbatas tanpa dipungut tiket.
“Kita tetap bertahan hidup dengan donasi yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat memastikan pemenuhan pakan satwa di Bandung Zoo untuk sementara ditanggung oleh Kementerian Kehutanan guna mencegah kekurangan pakan.
Penyuluh Kehutanan BBKSDA Jawa Barat Taufik Hamzah mengatakan pihaknya bersama tim terus melakukan pemantauan rutin terhadap ketersediaan pakan dan kondisi satwa di Bandung Zoo.
“Negara hadir untuk memastikan satwa tidak sampai kekurangan pakan. Dukungan ini sifatnya sementara, selama masa kekosongan,” kata Taufik.
Ia mengakui stok pakan satwa saat ini berada dalam kondisi menipis sehingga memerlukan dukungan tambahan dari pemerintah pusat.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa kewajiban penyediaan pakan dan perawatan satwa di Kebun Binatang Bandung merupakan tanggung jawab Kementerian Kehutanan.
“Oleh karena itu, Pemkot tidak dapat serta-merta menggunakan anggaran daerah untuk hal yang secara regulasi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
