“Jika ibu terpapar, dampaknya bisa langsung menjangkau anak-anak. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” katanya.
Ia menegaskan, penguatan wawasan kebangsaan tetap menjadi fondasi utama dalam mencegah radikalisme.
Ia menekankan pendidikan karakter tidak boleh terputus dan harus dilakukan secara simultan, untuk membangun ketahanan ideologi masyarakat, khususnya anak muda.
“Kalau jati diri mereka kuat, sebesar apa pun pengaruh luar, mereka tetap punya pijakan yang benar,” ucap dia.
Baca juga: BNPT: sekolah harus jadi benteng terakhir tangkal paham radikal di kalangan pelajar
Baca juga: Waspada, ada upaya susupkan paham radikal lewat game online
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026