Sumedang (ANTARA) - Bupati Sumedang, Jawa Barat, Dony Ahmad Munir mengingatkan para aparatur pemerintahan daerah untuk menjauhi praktik korupsi demi meneguhkan nilai moral sebagai pondasi pengabdian kepada masyarakat.
“Dalam mengabdi atau bekerja, kita memiliki pondasi berupa nilai moral, kejujuran, dan keadilan. Kita harus menjadi bagian yang mengatakan tidak pada korupsi," ujarnya saat memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Sumedang, Rabu.
Ia menekankan bahwa peringatan Hakordia tidak boleh hanya bersifat seremonial, melainkan harus memberikan dampak psikologis bagi seluruh aparatur dan masyarakat.
“Indikator keberhasilan Hakordia adalah ketika terjadi perubahan dalam diri kita. Nilai moral seperti kejujuran, keadilan, keterbukaan, dan partisipasi harus menjadi dasar dalam bekerja,” lanjutnya.
Bupati juga mengajak para aparatur pemerintah untuk menjadi bagian yang berani mengatakan tidak pada korupsi.
Menurutnya, semangat antikorupsi harus senantiasa hadir dalam setiap keputusan yang diambil, pelayanan yang diberikan, dan setiap rupiah yang dikelola sebagai amanah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mengapresiasi karya kreativitas siswa-siswi yang menyuarakan pesan moral dan kritik sosial melalui puisi dan musik.
Ia menilai penampilan para pelajar itu menjadi pengingat penting tentang integritas yang harus dijaga oleh para pengelola negara.
“Saya memberikan apresiasi kepada Inspektorat Daerah dan Dinas Pendidikan yang telah mengembangkan pendidikan antikorupsi di Sumedang. Melalui puisi dan musik, para pelajar mengingatkan bahwa integritas adalah amanah yang tidak boleh dikhianati,” ujarnya.
