Bandung (ANTARA) - Pemerintahan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mendorong penggunaan Taman Hutan Raya (Tahura) Palasari sebagai sarana pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan dan kearifan lokal.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Senin, mengatakan bahwa upaya pemanfaatan Tahura Palasari sebagai ruang belajar kontekstual bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung tentang alam, lingkungan, dan kearifan lokal kepada generasi muda.
“Pemanfaatan tersebut sendiri dapat menjadi ruang belajar yang hidup untuk menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat identitas dan jati diri generasi muda,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa terdapat dua lokasi lainnya yang didorong menjadi ruang belajar kontekstual selain Tahura Palasari, yakni Gunung Kunci dan Museum Prabu Geusan Ulun.
Ia juga menambahkan kegiatan belajar di lokasi yang tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 6 Tahun 2026 tersebut bukan sekadar kunjungan atau wisata, melainkan bagian dari proses pendidikan yang terintegrasi dengan kurikulum.
Kebijakan tersebut juga menjadi tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA tentang sembilan Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat, sekaligus mendukung implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka.
