Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, menargetkan penguatan pembiayaan produktif masyarakat melalui program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 dengan sasaran terukur pada sektor UMKM, pendidikan, serta pertanian dan peternakan.
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila di Sumedang, Rabu, mengatakan target pembiayaan produktif tersebut ditetapkan dalam Rapat Pleno TPAKD Kabupaten Sumedang sebagai langkah lanjutan setelah daerah itu meraih TPAKD Award 2025 kategori Terbaik Wilayah Jawa–Bali.
“Melalui TPAKD 2026, kami menargetkan penguatan pembiayaan produktif yang lebih luas, terukur, dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Fajar.
Ia menjelaskan pada 2026 TPAKD Sumedang menargetkan 240 debitur Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (Kurda) yang akan didukung melalui enam kegiatan sosialisasi guna memperluas akses pembiayaan usaha masyarakat.
Selain itu, Fajar mengatakan program Laku Pandai ditargetkan mencapai 1.055 agen dengan 85 kegiatan sosialisasi, sementara program Simpanan Pelajar (Simpel) ditargetkan menjangkau 8.400 nasabah melalui 116 kegiatan sosialisasi di sekolah dan pondok pesantren.
“Pembiayaan produktif harus dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan jasa keuangan secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Di sektor pertanian, TPAKD Sumedang menetapkan target perlindungan usaha melalui 200 polis Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan cakupan lahan 230 hektare, serta empat polis Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) untuk 450 ekor ternak.
Menurutnya, penguatan perlindungan usaha menjadi bagian penting dari strategi pembiayaan produktif daerah.
“Kami ingin memastikan pelaku usaha tani dan peternakan memiliki ketahanan dalam menghadapi risiko dan guncangan ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Sumedang Mulyani Toyibah mengatakan capaian TPAKD 2025 menjadi dasar penetapan target 2026 yang lebih terfokus.
“Capaian tahun 2025 melampaui target dan menjadi fondasi penguatan pembiayaan produktif masyarakat pada 2026,” ujarnya.
Pada 2025, realisasi program Laku Pandai tercatat 3.560 agen dari target 1.230 agen, program Simpanan Pelajar mencapai 7.958 nasabah dari target 4.330 nasabah, serta sosialisasi Kurda meningkat dari target empat menjadi enam kegiatan.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026