Bandung (ANTARA) - Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Rizaldy Danar Priambodo, menegaskan bahwa anggaran bukanlah lagi sebagai kendala utama dalam pembenahan transportasi publik Metro Jabar Trans (MJT), termasuk koridor Jatinangor, yang penting bagi pelaju mahasiswa dan pekerja.
Pasalnya, kata Rizaldy, DPRD Jawa Barat telah menyetujui alokasi dana yang signifikan untuk Tahun Anggaran 2025 guna mendukung operasional MJT tersebut. Sehingga sangat dimungkinkan untuk dilakukannya pembenahan.
"Seharusnya masalah anggaran bukan persoalan utama, karena pada Tahun Anggaran 2025, DPRD Provinsi Jawa Barat sudah menyetujui anggaran yang cukup besar untuk mendukung MJT," kata Rizaldy di Bandung, Senin.
Hal ini, disampaikan Rizaldy saat merespons temuan riset lapangan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) terkait kinerja layanan transportasi publik.
Riset itu, menyoroti urgensi perbaikan layanan, khususnya pada Koridor V rute Dipati Ukur-Jatinangor.
Berdasarkan data riset advokasi yang dipaparkan mahasiswa, koridor tersebut memiliki tingkat okupansi penumpang yang tinggi, namun belum diimbangi dengan fasilitas yang memadai.
Beberapa catatan kritis yang menjadi sorotan, antara lain penggunaan unit bus berukuran kecil yang tidak proporsional dengan jumlah penumpang, jam operasional yang terbatas, minimnya halte, serta kurangnya petugas lapangan untuk membantu kelompok prioritas.
Rizaldy menilai, masukan berbasis riset akademik seperti ini, sangat krusial bagi legislatif dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Karenanya, ia mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar menyampaikan keluhan, melainkan memformalkan hasil riset tersebut menjadi dokumen aspirasi melalui mekanisme audiensi resmi.
"Kami berterima kasih atas masukan ini. DPRD sangat membutuhkan masukan dari masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, sebagai dasar evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik," katanya.
Ia berharap data lapangan terkait ketimpangan layanan di jalur padat seperti Jatinangor dapat segera ditindaklanjuti oleh eksekutif, seiring dengan kesiapan dukungan anggaran yang telah disahkan legislatif untuk tahun mendatang.
