Bandung (ANTARA) - Guys, Bandung tahun 1954 ternyata sudah punya cerita cinta yang plot twist-nya gak kalah dari drama Korea, lho. Bayangin aja, dalam komunitas tunanetra di kota itu, ada kisah pernikahan yang bukan cuma sekali-tapi dua kali-dan cuma selang seminggu! Legenda banget sih. Oke, siap-siap takjub, ini dia kisah lengkapnya, tanpa gue ubah sedikit pun dari berita asli.
Selengkapnya baca di sini ya!
Bandung, 15 Oktober 1954 (Antara) - Pada tanggal 2 Oktober jang lalu dikalangan orang2 buta telah terdjadi selamatan perkawinan dalam lingkungan orang2 buta di Bandung, jaitu antara Abdul Malik Udin, seorang guru jang buta dan berasal dari Medan (33 tahun) dan seorang gadis buta bernama Tieneke (umur 16 tahun) murid kelas VI S.R. bagi orang2 buta.
Peristiwa ini dirajakan dengan keramaian jaitu dengan pertundjukan sandiwara, orkes Braille, permainan piano, njanjian2, tari2an jang diselenggarakan oleh orang2 buta.
Akan tetapi seminggu kemudian, jaitu tanggal 9 Oktober, dikalangan masjarakat orang buta itu terdjadi lagi perajaan perkawinan.
Pengantin lelakinja ialah Abdul Malik Udin itu djuga, tapi isterinja jang kedua ini adalah Muslikah, seorang gadis buta berumur 16 tahun pula dan mendjadi murid dalam kelas V pada Sekolah Rakjat untuk anak2 buta itu.
Djuga dalam pesta perkawinan kedua kali ini keramaian tidak kalah meriahnja djika dibandingkan dengan pesta perkawinan tanggal 2 Oktober itu.
Menurut berita, perkawinan Abdul Malik Udin kedua kali ini adalah persetudjuan isterinja jang pertama.
Kedua isteri jang masih muda dan buta itu sekarang masih hidup rukun dalam satu rumah di Gang Jusuf, Bandung, ditempat tinggal Abdul malik Udin. Demikian dikabarkan oleh "Pikiran Rakjat".
Sumber: Pusat Data dan Riset ANTARA //pdra.antaranews.com/Twitter: @perpusANTARA/file127
Gila sih, Bandung tahun 1954 vibes-nya sudah extraordinary banget. Dua pesta nikahan dalam sepekan, musik Braille, drama yang tetap adem ayem, plus dua istri yang kompak tinggal bareng-jarang banget ada kisah se-unik ini. Kalau zaman sekarang viral sih ini udah auto trending di TikTok dan X.
Cerita ini bukan cuma historis, tapi kayak reminder bahwa kehidupan sosial zaman dulu tuh warna-warni banget. Thanks udah baca sampai habis, bestie!
Baca juga: Bandung Auto Kagok tahun 1958! polisi sampe bikin "member card" copet
Baca juga: Rumah Gubernur Jabar dibobol tengah malam! Pelaku malah mandi santai sebelum kabur!
