Cirebon (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Jawa Barat, memastikan penyaluran bantuan pangan untuk 25.303 penerima manfaat di daerah itu berjalan sesuai mekanisme dan tepat sasaran.
Kepala DKP3 Kota Cirebon Elmi Masruroh, di Cirebon, Jumat, mengatakan penyaluran bantuan untuk periode Oktober-November 2025 telah dilaksanakan dengan pengawasan ketat mulai dari distribusi logistik hingga verifikasi penerima di lapangan.
Ia menjelaskan proses dimulai dari droping barang ke seluruh kelurahan di Kota Cirebon pada 11 November 2025 sebagai persiapan penyaluran bantuan.
Setelahnya, kata Elmi, Bulog menyerahkan undangan penyaluran kepada petugas kelurahan untuk kemudian disebar kepada penerima manfaat agar dapat mengambil bantuan sesuai jadwal.
Ia menyampaikan seluruh penerima wajib membawa undangan, KTP, dan Kartu Keluarga (KK), apabila pengambilan dilakukan oleh perwakilan keluarga guna memastikan kesesuaian data.
“Petugas juga melakukan verifikasi dan penerima diwajibkan menandatangani berita acara. Ini untuk menjamin bantuan diterima warga yang benar-benar berhak,” katanya.
Elmi menuturkan setelah proses administrasi selesai, setiap penerima mendapatkan bantuan berupa 20 kg beras dan empat liter minyak goreng yang diserahkan oleh juru serah di lokasi penyaluran.
Menurutnya, mekanisme tersebut dirancang berlapis agar tidak terjadi kekeliruan data serta mencegah potensi penyalahgunaan bantuan pangan.
Sementara itu Pemimpin Cabang Bulog Cirebon Imam Mahdi mengatakan kelompok penerima bantuan telah ditetapkan dengan kategori Desil 1-10.
“Desil menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan pendapatan. Penerima program ini merupakan kelompok ekonomi terbawah sesuai pendataan Kementerian Sosial,” ujarnya.
