Kota Cirebon (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Jawa Barat, memperluas cakupan kerja sama Program Gapura Pangan pada 2026 sebagai upaya memperkuat stabilisasi pasokan dan harga bahan pangan di daerah tersebut.
Kepala DKP3 Kota Cirebon Elmi Masruroh mengatakan perluasan kerja sama dilakukan melalui skema business to business (B2B) antara Warung Peduli Inflasi (Waduli) binaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan sejumlah mitra penyedia pangan.
“Kami memfasilitasi kerja sama B2B antara Program Gapura Pangan dengan para pelaku usaha pangan,” kata Elmi di Cirebon, Jumat.
Ia menjelaskan kini salah satu bentuk kerja sama tersebut, sudah dilakukan dengan pengusaha telur asal Kabupaten Kuningan untuk menjaga kelancaran pasokan dan kestabilan harga komoditas tersebut di Kota Cirebon.
Selain telur, DKP3 juga menjalin kemitraan dengan daerah sentra produksi beras di Kabupaten Indramayu guna memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.
“Untuk beras, kami bekerja sama dengan Indramayu, dan menjalin kerja sama dengan Bulog,” ujarnya.
Elmi menyebutkan hingga saat ini terdapat hampir enam kerja sama antardaerah yang telah difasilitasi DKP3 Kota Cirebon, dalam mendukung pelaksanaan Program Gapura Pangan.
Seluruh kerja sama tersebut, kata dia, dijalankan melalui pola B2B sehingga transaksi dapat berlangsung langsung antara mitra usaha tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.
Selain memperkuat jejaring pasokan, pihaknya rutin melaksanakan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di tingkat kelurahan untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok.
Terkait kerja sama pasokan beras melalui Koperasi Merah Putih, Elmi menyampaikan saat ini baru satu koperasi yang siap beroperasi, yakni yang berada di wilayah Kecapi.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.