Kemenag pun memperkuat transformasi digital pendidikan Islam melalui aplikasi bernama MAGIS dan MAGITA, yang kini menjadi model nasional dalam pengelolaan kompetensi serta kinerja guru.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Cirebon Sutikno mengapresiasi terpilihnya Cirebon, sebagai tuan rumah pembuka kegiatan tingkat nasional tersebut.
Ia memastikan pemerintah daerah berkomitmen, untuk berkolaborasi dengan Kemenag dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan mutu pendidikan serta memperkuat nilai keberagaman di tengah kemajuan teknologi.
“Keteladanan guru dalam menanamkan nilai kebangsaan dan toleransi, tidak dapat digantikan oleh mesin,” tuturnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenag dorong semangat keberagaman lewat “Kick Off” HGN 2025
