Cirebon (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) mendorong semangat keberagaman dan inklusivitas dalam dunia pendidikan melalui kegiatan Kick Off Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang dipusatkan di Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno dalam keterangannya di Cirebon, Rabu, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh guru tanpa memandang latar belakang apapun.
Menurut dia, semangat keberagaman tersebut menjadi dasar bagi penguatan karakter bangsa yang beradab, toleran, dan menghargai perbedaan. Apalagi guru memiliki peran strategis sebagai teladan di ruang-ruang belajar.
“Kegiatan ini tak hanya milik guru madrasah, namun semua guru lintas iman dan lintas lembaga,” ujarnya.
Suyitno menuturkan, melalui HGN 2025, Kemenag ingin menegaskan pendidikan agama dan umum bukan dua hal yang terpisah, melainkan saling melengkapi dalam membentuk manusia Indonesia seutuhnya.
Ia menyebutkan, pendidikan agama memperkuat moral dan nilai kemanusiaan, sementara pendidikan umum membangun kompetensi serta nalar kritis. Sehingga keduanya harus berjalan beriringan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan tahun ini, Kemenag memperoleh tambahan kuota pendidikan profesi guru (PPG) untuk 95.000 guru.
Pihaknya menilai penambahan kuota PPG ini, merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan dukungan Komisi VIII DPR RI terhadap kesejahteraan serta peningkatan mutu guru.
“Angkanya meningkat sekitar 1.000 persen, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.
