Jakarta (ANTARA) - Beberapa peristiwa humaniora terjadi di Indonesia, Selasa (16/12), mulai dari BGN meminta SPPG memberikan edukasi gizi di sekolah hingga 600 tenaga kesehatan (nakes) dikerahkan untuk memperkuat layanan kesehatan di posko pengungsian bencana Sumatera.
Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca.
Pamitan, Ditjen PHU terbitkan buku memori 75 tahun Kemenag kelola haji
Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama menerbitkan buku 75 tahun pengelolaan haji sebagai dokumentasi atas memori kolektif penyelenggaraan haji, mengingat mulai 2026 urusan haji diemban Kementerian Haji dan Umrah.
Buku bertajuk 'Haji Indonesia Era Kementerian Agama' tersebut dirilis pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama di Tangerang Selatan, Selasa (16/12).
Selengkapnya baca di sini.
BGN: Setiap SPPG perlu beri pendidikan gizi ke sekolah
Badan Gizi Nasional (BGN) meminta setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan edukasi gizi untuk para penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang meminta kepala SPPG secara langsung memberikan pendidikan gizi ke sekolah-sekolah dengan tampil bersama para guru untuk menjelaskan kandungan gizi dalam setiap ompreng yang mereka makan dan manfaatnya bagi pertumbuhan para siswa.
Selengkapnya baca di sini.
Dua bibit siklon picu gelombang laut tinggi di selatan Jatim dan Papua
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan dua bibit siklon tropis yang terpantau di wilayah selatan Jawa Timur dan perairan Papua berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada 16–19 Desember 2025.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo di Jakarta, Selasa (16/12), mengatakan bahwa Bibit Siklon Tropis 93S terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, sementara Bibit Siklon Tropis 95S berada di Laut Arafura barat Papua Selatan.
Selengkapnya baca di sini.
