Bandung (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat mengumumkan bahwa hilal 1 Syawal 1447 Hijriah tidak terlihat setelah dilakukan pemantauan serentak pada tujuh titik di provinsi tersebut di Sukabumi, Tasikmalaya, Subang, Cirebon, Banjar dan Bandung (2 titik).
Kakanwil Kemenag Jawa Barat Dudu Rohman mengatakan pemantauan ini dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Jawa Barat, adapun di Bandung pemantauan dipusatkan di Observatorium Albiruni Unisba, Kota Bandung dan Observatorium Bosscha.
"Dari pengamatan kami memastikan pada sore hari ini tadi jam 18.00 WIB hasil dari rukyatul hilal yang ada di Jawa Barat dari tujuh titik ternyata hilal itu tidak terlihat," kata Dudu di Bandung, Kamis.
Dudu mengatakan hasil rukyat akan dilaporkan kepada Kementerian Agama RI untuk kepastian penetapan awal bulan Syawal 1447 Hijriah dan akan diputuskan melalui musyawarah bersama pada sidang isbat dan ditetapkan oleh Menteri Agama RI.
"Tentu kami akan laporkan ke Kementerian Agama hasil daripada hasil rukyat hilal ini yang akan melaksanakan sidang isbat," kata dia.
Lebih lanjut Dudu mengajak bagi masyarakat khususnya di wilayah Jabar untuk menghormati keputusan yang telah menentukan 1 Syawal 1447 Hijariah pada Jumat (20/3).
"Juga tidak saling menyalahkan atau ee mencela dan juga mengutamakan akhlakul karimah dan juga menjaga persatuan dan ukhuwah Islamiah serta mengikuti tuntunan agama dengan bijak," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Observatorium Albiruni Encep Abdul Rojak menjelaskan matahari terbenam untuk Kota Bandung pada pukul 18.54 WIB, adapun ketinggian hilal untuk daerah Kota Bandung sendiri 1 derajat 52,58 menit.
Untuk Azimut nya sendiri bulan ada di 274 derajat. Ini selisih beberapa derajat dengan azimut matahari yang berada di 269 derajat 20 menit.
"Kemudian untuk elongasi sendiri di Kota Bandung elongasi itu berarti jarak antara matahari saat saat terbenam dengan posisi hilal di sebelah ufuk itu di 5 derajat 42 menit 15 detik," katanya.
Kalau mengacu pada kriteria dari Mabims atau Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Singapura, dan Malaysia, lanjut dia, tinggi hilal minimal di 3 derajat dan elongasinya 6,4 derajat atau 6 derajat 24 menit jika dikonversikan.
"Dan untuk wilayah Bandung, ini masih di bawah pihak-pihak tersebut. Karena itu dibutuhkan sidang isbat sampai nanti terlihat tidak hilalnya di Sabang Aceh," tuturnya.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.