Indramayu (ANTARA) - Suasana di Asrama Haji Indramayu, Jawa Barat, tahun ini terasa berbeda. Di sela aktivitas jamaah, terdapat fasilitas dapur yang terus beroperasi menyiapkan santapan bergizi sebagai fondasi untuk perjalanan panjang menuju Tanah Suci.

Di dalam ruangan itu, panas dari tungku dan panci besar berpadu dengan gerak cepat tangan para pekerja.

Uap makanan naik perlahan, sementara bunyi peralatan dapur saling bersahutan. Tak ada jeda panjang, semuanya bergerak seolah mengikuti alurnya sendiri-sendiri.

Kepala Bidang Akomodasi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat, Boy S Muniir, menyebutkan dapur tersebut, baru dioperasikan pada musim haji tahun ini.

Fasilitas tersebut ditempatkan langsung di area asrama, untuk memperkuat layanan konsumsi bagi jamaah calon haji.

Saban hari, dapur ini menyiapkan sekitar 445 porsi makanan untuk calon haji yang singgah, sebelum diberangkatkan melalui Embarkasi Kertajati.

Pekerja saat menyiapkan makanan untuk jamaah calon haji di Asrama Haji Indramayu, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman.

 

Ia menuturkan seluruh proses tersebut dilakukan di satu titik, mulai dari memasak hingga distribusi ke jemaah.

Snack dibagikan di sela kegiatan calon haji di aula. Makan utama disajikan secara prasmanan, sementara nasi boks disiapkan khusus untuk bekal perjalanan menuju bandara.

“Sehari itu dua kali makan prasmanan, satu kali nasi boks, sama dua kali snack,” ujarnya kepada ANTARA, Sabtu (25/4) siang.

Proses memasak pun dilakukan di tempat yang sama, tanpa pengiriman dari luar. Sistem ini membuat alur lebih ringkas dan pengawasan bisa dilakukan langsung di lokasi.

Untuk makanan yang dibawa ke bandara, ada pemeriksaan tambahan sebelum keluar dari area asrama. Proses ini dilakukan untuk memastikan keamanan konsumsi jamaah calon haji.

“Makanan kita periksa memakai X-ray dulu sebelum dibawa ke bandara,” katanya.

Pengawasan serupa dilakukan dari sisi kesehatan. Setiap menu yang dimasak tidak langsung disajikan, tetapi melalui pengecekan tim kesehatan terlebih dahulu.

“Ada tim yang mencicipi dan menguji sebelum makanan diberikan ke jemaah,” ujarnya.



Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026