Bandung (ANTARA) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Program Akselerasi Kewilayahan (Prakarsa) menjadi instrumen penting untuk mendorong program pemerintah kota tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kalau program hanya turun begitu saja, kadang kurang energi. Karena itu kita punya yang namanya Prakarsa, wujud kerja keras agar data benar-benar akurat dan intervensi tepat sasaran,” kata Farhan melalui siaran persnya ketika mengikuti kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Garuda, Kecamatan Andir, Kamis (25/9).
Farhan menambahkan, meskipun pertumbuhan ekonomi Kota Bandung menampilkan kecenderungan positif, hal itu tidak serta-merta membuat kesejahteraan masyarakat meningkat secara menyeluruh.
Karena itu, Prakarsa hadir untuk menjamin program-program prioritas Pemkot seperti pemberdayaan masyarakat dan pembangunan infrastruktur, sekaligus memastikan program pemerintah pusat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat hingga layanan kesehatan gratis dirasakan secara langsung oleh warga.
Pada kesempatan tersebut, Farhan turut meninjau RW 03 Kelurahan Garuda yang mendapat alokasi anggaran Prakarsa sebesar Rp100 juta pada tahun 2025. Anggaran tersebut akan dipakai untuk mengintervensi beberapa titik yang telah dipetakan warga dan kewilayahan.
Ia mengingatkan agar kewilayahan tetap siaga terhadap resiko bencana, khususnya kebakaran yang cukup rawan di wilayah Andir.
Ia berpendapat, Prakarsa dapat pula diarahkan untuk mendukung kesiapsiagaan bencana tingkat RT dan RW sehingga manfaat programnya dapat menyentuh semua lapisan masyarakat.
Di sisi lain, Lurah Garuda Sandra Devi Abri Viana menegaskan, arahan yang diberikan Wali Kota akan dijadikan pedoman dalam penggunaan dana Prakarsa.
“Beberapa lokasi yang dikunjungi tadi diarahkan untuk dioptimalkan. Dana Rp100 juta ini akan difokuskan ke kebutuhan nyata warga,” jelas Sandra.
Sedangkan Camat Andir Jon Heri menilai, hadirnya Prakarsa dapat menjadi sarana yang memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
