Garut (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung memberdayakan ratusan warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk operasi penyelamatan yang cepat dan tepat apabila ada orang membutuhkan bantuan karena mengalami musibah atau bencana alam.
"Diharapkan peserta dapat pengetahuan kemampuan yang dapat menyelamatkan diri sendiri dan orang lain, bisa diberdayakan untuk mendukung tugas Kantor SAR dalam pelaksanaan operasi," kata Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana pada kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pencarian dan pertolongan di Cipanas Garut, Kamis.
Ia menuturkan pemberdayaan masyarakat itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 tahun 2014 tentang SAR dan Peraturan Presiden Nomor 21 tahun 2017 tentang Pembinaan Potensi SAR yang menginstruksikan Kantor SAR memiliki tugas dan tanggungjawab membina masyarakat.
Sasaran masyarakat yang diberdayakan Kantor SAR Bandung, kata dia, mereka yang berada di wilayah rawan bencana alam maupun potensi bahaya lainnya di wilayah Garut.
"Tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada kecelakaan, yang menjadi peserta masyarakat Garut," katanya.
Ia menyampaikan masyarakat yang mendapatkan pelatihan maupun pemahaman baru tentang penyelamatan itu bisa memberikan manfaat untuk diri sendiri maupun membantu penyelamatan orang lain yang dilanda musibah.
"Pemberdayaan masyarakat dan pertolongan ini bisa memberikan manfaat buat masyarakat," katanya.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Dede Kusdinar yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi program Kantor SAR Bandung yang memberikan pengetahuan dan pemahaman untuk masyarakat Garut agar memiliki kemampuan dalam penyelamatan.
Masyarakat yang mengikuti acara itu, kata dia, diharapkan seluruh ilmunya dapat kembali disampaikan kepada masyarakat di lingkungannya sebagai langkah mitigasi bencana alam agar tidak menimbulkan risiko besar apabila terjadi bencana.
