Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor Garut bergerak cepat mencegah terjadinya aksi perang sarung antarkelolompok orang di Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sehingga terjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban masyarakat.
"Kami terus meningkatkan patroli, dan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan untuk menjaga kamtibmas termasuk mencegah perang sarung," kata Kepala Polsek Cibatu meliputi wilayah hukum Kersamanah, AKP Amirudin Latif di Garut, Jumat.
Ia menuturkan, jajarannya selama bulan Ramadhan meningkatkan patroli dan siap siaga untuk memberikan respons cepat laporan masyarakat pada jam rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Seperti laporan masyarakat pada Jumat dini hari, kata dia, ada kelompok orang yang dilaporkan hendak melakukan perang sarung di Kampung Ciboja, Desa Nanjungjaya, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut yang berhasil dicegah.
"Diketahui bahwa aksi perang sarung belum sempat terjadi karena telah lebih dahulu dilerai oleh warga setempat," katanya.
Ia menyampaikan, sejumlah personel kepolisian yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) melakukan pengecekan dan pendataan masyarakat yang disinyalir akan melakukan aksi perang sarung.
Meski berhasil dicegah, kata dia, pihaknya tetap melakukan langkah mengantisipasi agar tidak ada kejadian serupa dengan melibatkan tokoh masyarakat, kemudian mengingatkan kalangan remaja agar tidak melakukan kegiatan yang mengganggu kamtibmas.
"Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat yang segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas melalui layanan 110. Sinergi ini sangat penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif," katanya.
Ia menambahkan, selain respons cepat setiap laporan masyarakat, juga melakukan patroli mengedukasi setiap kalangan orang tua agar menjaga anak-anaknya, terutama usia remaja untuk tidak melakukan aksi perang sarung karena membahayakan diri sendiri dan orang lain.
"Para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada malam hari guna mencegah terjadinya aksi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.