Bandung (ANTARA) - Fesyen yang dikenakan sekarang ternyata memiliki kemiripan dengan gaya busana pada masa lalu. Hal ini terlihat dari kembalinya model pakaian, corak, hingga aksesori bergaya klasik dengan sentuhan modern.
Hal tersebut dapat dilihat melalui arsip majalah mode De Gracieuse yang tersimpan di Delpher, perpustakaan digital milik Koninklijke Bibliotheek Belanda.
Salah satu terbitannya pada tahun 1934 berisi berbagai dokumentasi mengenai busana perempuan, seperti gaun, jas, topi, dan pakaian anak. Arsip tersebut juga dilengkapi ilustrasi yang menggambarkan model dan gaya berpakaian yang populer pada masa itu.
Salah satu unsur busana yang kembali ditemukan dalam tren saat ini adalah blus. Pada 2026, blus kembali populer dengan beragam detail, seperti renda, bordir, corak, dan kerah.
Meski hadir dengan potongan dan bahan yang lebih beragam, beberapa detail pada blus masa kini memiliki kemiripan dengan gaya busana yang ditampilkan dalam De Gracieuse pada 1934.
Kemunculan kembali detail-detail tersebut memperlihatkan bahwa gaya masa lalu masih menjadi bagian dari tren fesyen masa kini. Busana yang pernah populer puluhan tahun lalu kembali dikenakan oleh generasi sekarang dengan sentuhan yang lebih modern.
Dengan demikian, kemunculan kembali gaya lama bukan sekadar pengulangan tren, melainkan perkembangan gaya lama yang kembali hadir dalam tren masa kini. Arsip seperti De Gracieuse menjadi salah satu cara untuk melihat bagaimana gaya berpakaian terus berkembang sekaligus mempertahankan jejak dari tren yang pernah populer sebelumnya.
Pewarta: Afra Humaira DistaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.