"Kita bekerja sama dengan peneliti dari Unpad," ucap Raja Darmika di Natuna, Kamis.
Ia menjelaskan kajian risiko bencana perlu dilakukan agar Pemkab Natuna mengetahui bencana apa saja yang berpotensi terjadi dan bagaimana cara mengurangi dampak serta menanggulanginya.
Raja Darmika berharap dengan adanya kajian tersebut ke depannya risiko dan dampak bencana bisa diminimalisasi. "Kajian ini butuh waktu lima bulan," ujar dia.
Sementara itu, Peneliti Unpad, Nour Chaidir mengaku bahwa dirinya sudah melakukan kajian terhadap risiko bencana di Natuna.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Natuna gandeng Universitas Padjadjaran kaji risiko bencana
Pewarta: Muhamad NurmanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026