Bandung Barat (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut pergerakan tanah di Desa Celak, Kecamatan Gununghalu menyebabkan empat rumah warga mengalami kerusakan serta puluhan terancam.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin, mengatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut dan langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen awal.
“Betul kami sudah terima informasi adanya kejadian pergerakan tanah di Gununghalu. Kami sudah menerjunkan tim untuk melakukan asesmen,” katanya saat dikonfirmasi di Bandung Barat, Senin.
Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan cukup parah akibat pergerakan tanah.
Kerusakan terlihat pada bagian dinding dan lantai yang mengalami retakan hingga pergeseran, yang diduga mulai terjadi sejak Kamis (14/5) hingga hari ini.
Selain kerusakan tersebut, BPBD juga mencatat sebanyak 37 kepala keluarga (KK) berada di wilayah yang berpotensi terdampak. Kondisi ini membuat warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan sementara waktu mengungsi demi keselamatan.
“Fenomena tersebut berpotensi mengancam keselamatan satu RT dengan 37 KK. Untuk sementara kami imbau untuk mengungsi dulu terutama yang rumahnya sudah mengalami kerusakan,” ujarnya.
Hingga saat ini BPBD Bandung Barat belum dapat memastikan penyebab pasti pergerakan tanah tersebut, tetapi dugaan sementara mengarah pada kondisi tanah yang labil di kawasan permukiman setempat.
Untuk memastikan penyebab dan tingkat risiko, BPBD akan berkoordinasi dengan Badan Geologi guna melakukan kajian lebih lanjut di lokasi kejadian, yang akan menjadi dasar penanganan selanjutnya.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026