Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, bersama tim gabungan melakukan mitigasi penanganan bencana longsor tebing setinggi kurang lebih 120 meter yang terjadi di Dusun Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang Bambang Rianto di Sumedang, Senin, mengatakan longsoran dengan lebar sekitar 25 meter tersebut dipicu oleh pengikisan tanah akibat aliran sungai di bawah tebing dan sempat menutup aliran sungai kecil di lokasi kejadian.

“Longsoran terjadi akibat tergerus aliran sungai di bawahnya, dengan tinggi tebing sekitar 120 meter dan lebar kurang lebih 25 meter. Material sempat menutup aliran sungai kecil,” ujarnya.

Pihak langsung melakukan asesmen ke lokasi untuk memetakan tingkat kerawanan serta potensi longsor susulan, seperti potensi timbulnya genangan hingga banjir jika tidak segera ditangani.

Ia menambahkan hasil kajian awal menunjukkan perlunya penanganan cepat guna menghindari dampak lanjutan, terutama jika intensitas hujan meningkat.

Sementara itu pemerintah daerah bersama berbagai unsur mulai dari pemerintah desa, kecamatan, TNI-Polri, hingga perangkat daerah terkait, bergerak melakukan pembersihan material longsor yang menyumbat aliran sungai.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir bandang akibat bencana longsor tersebut yang bisa mengancam wilayah di bagian hilir.

Pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung titik puncak longsor hingga area di bawahnya yang terdampak material.

“Kami melihat dari titik puncak terjadinya longsor dan di bawah sudah dilakukan pembersihan bersama dengan berbagai unsur untuk mengantisipasi bencana longsor susulan,” ujarnya.

Ia menambahkan pembersihan dilakukan karena dikhawatirkan material yang menutup aliran sungai dapat memicu banjir di aliran Sungai Cihonje.

“Kami juga sudah membersihkan material longsoran yang menyumbat aliran sungai yang dikhawatirkan akan terjadi banjir di aliran Sungai Cihonje. Mudah-mudahan tidak ada longsor susulan,” katanya.

Meski longsor tidak berdampak langsung pada kawasan perumahan warga, BPBD Sumedang tetap mengimbau masyarakat agar waspada dan tidak memasuki area longsor, terutama saat hujan turun.

Pemerintah daerah memastikan pemantauan pergerakan tanah akan terus dilakukan secara berkala serta koordinasi lintas sektor diperkuat demi meminimalisir risiko bencana lanjutan dan menjaga keselamatan masyarakat.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026