Cimahi (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Jawa Barat, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi puncak kekeringan dan krisis air bersih yang diprediksi terjadi mulai Agustus seiring meningkatnya intensitas kemarau akibat El Nino.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan mengatakan seluruh kelurahan di Kota Cimahi berpotensi terdampak kekeringan berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan bersama sejumlah instansi terkait.

“Kalau melihat dari potensinya, semua kelurahan di Kota Cimahi ini berpotensi terdampak kekeringan dan krisis air bersih, dan puncaknya di bulan Agustus sampai Oktober 2026 nanti,” katanya di Cimahi, Selasa.

BPBD mencatat sedikitnya 312 RW di Kota Cimahi berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau berdasarkan pemetaan yang mengacu pada data kebencanaan serta koordinasi dengan BMKG terkait prediksi cuaca dan musim kemarau.

Berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), dampak kekeringan terparah pada musim kemarau sebelumnya terjadi di wilayah Cimahi Selatan, terutama di Kelurahan Melong, Utama, dan Leuwigajah yang sebagian besar warga mengandalkan pasokan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan sumur.

“Kekeringan terparah yang kita catat itu dua tahun lalu. Kemudian paling parah ada di daerah selatan,” ujarnya.

Menurut Fithriandy, ancaman krisis air bersih dipicu menurunnya muka air tanah yang menjadi salah satu sumber utama sumur warga. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya pemanfaatan air tanah di sejumlah kawasan.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD Kota Cimahi menyiapkan skema penyaluran air bersih dengan berkoordinasi bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi serta Perumda Tirta Raharja apabila terdapat laporan kekurangan air bersih dari masyarakat.

“Akan ada operasi sesuai kondisi, misalnya apabila ada laporan kekurangan air bersih kita akan koordinasi dengan pihak terkait seperti DPKP untuk memasok air bersih,” katanya.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026