Antarajawabarat.com, 12/1 - Musim influenza tampaknya mulai surut di beberapa bagian negara AS, tapi terlalu dini untuk mengatakan apakah itu sudah mencapai puncaknya, kata US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Jumat (11/1).
Sebayak 24 negara bagian melaporkan tingkat aktivitas tinggi influenza pada pekan pertama Januari sementara 29 negara bagian melaporkan kegiatan tinggi influenza dalam satu pekan terakhir Desember, kata CDC di dalam laporan mingguannya mengenai influenza.
Pekan ini, 24 negara bagian melaporkan tingkat tinggi penyakit itu, 16 melaporkan tingkat sedang, lima melaporkan tingkat rendah dan satu negara bagian melaporkan tingkat minimal, sehingga menunjukkan musim influenza mencapai puncaknya pada pekan terakhir Desember.
Sebanyak 47 negara bagian sekarang telah melaporkan kegiatan penyebaran influenza, kata CDC. Ada kemungkinan musim influenza telah mencapai puncaknya di beberapa tempat, seperti beberapa bagian South dan Southeast AS, tempat musim tersebut mulai lebih dulu, kata Thomas Frieden, Direktur CDC, kepada wartawan selama taklimat pada Jumat. Namun, masih banyak kasus influenza dilaporkan di beberapa tempat, seperti di Bagian Barat --tempat musim influenza mulai paling belakangan.
"Itu mungkin berkurang di beberapa dareah, tapi itu sulit diramalkan," kata, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu. "Kegiatan influenza surut dan mengalir. Satu-satunya yang bisa diramalkan mengenai influenza adalah itu tak bisa diramalkan."
CDC juga menyiarkan studi baru di jurnal Morbidity dan Mortality Weekly Report, yang mendapati vaksin influenza tahun ini ialah sebanyak 63 persen efektif.
ANTARA/Xinhua-OANA
