Menurut dia, ada petugas maktab yang mengkoordinasi jamaah yang hendak melaksanakan sunah tarwiyah.
"Kepada setiap (anggota) jamaah kita sudah siapkan surat pernyataan, baik secara perorangan atau rombongan. Bahkan kalau lebih dari satu rombongan, bimbadnya (pembimbing ibadah) harus tanda tangan di atas meterai dan dibuat melalui aplikasi," katanya.
Jamaah yang melaksanakan sunah tarwiyah akan menginap (mabit) satu malam di Mina, dan bergerak menuju Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Setelah tiba di Arafah, mereka akan bergabung kembali dengan jamaah sesuai kelompok terbang masing-masing untuk melaksanakan wukuf.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 157 calon haji Indonesia sakit jelang puncak pelaksanaan haji
