Cirebon (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon, Jawa Barat, menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contra flow di Jalur Pantura Pangenan, Kabupaten Cirebon, setelah banjir sempat mengganggu arus kendaraan di kawasan tersebut pada Selasa siang.

Kepala Satlantas Polresta Cirebon AKP Yudha Satyo Rahardjo di Cirebon, Selasa, mengatakan arus lalu lintas dari dua arah mulai kembali terurai setelah petugas melakukan pengaturan kendaraan di lokasi genangan.

Ia mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan agar kendaraan tetap dapat melintas, meski sebagian badan jalan tersebut masih tergenang air akibat luapan sungai dan area persawahan.

“Situasi di Pantura sudah bisa terurai baik dari kedua arah, baik dari arah Jawa Tengah menuju Kota Cirebon maupun sebaliknya,” katanya.

Menurut dia, petugas memberlakukan contra flow secara sepihak di jalur dari arah Jawa Tengah menuju Kota Cirebon karena debit air di lokasi tersebut sempat cukup tinggi.

Yudha mengatakan debit air di Jalur Pantura Pangenan mulai mengalami penurunan, dibandingkan kondisi pada pagi hari sehingga arus kendaraan kini berangsur normal kembali.

“Untuk situasi banjir, debit air sudah berkurang dan sudah bisa surut. Jadi arus kendaraan sudah normal,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Pangenan Polresta Cirebon AKP Abdul Majid mengatakan banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan luapan sungai di Desa Beringin hingga air meluber ke kawasan Rawaurip dan Bendungan.

Pihaknya memastikan kondisi arus lalu lintas di wilayahnya saat ini sudah normal, karena genangan air yang merendam ruas jalan tersebut sudah surut.

“Ketinggian air di jalan sempat mencapai sekitar 30 cm dan sekarang sudah surut,” ujarnya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026