Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, mengawal penyerapan gabah hasil panen di tingkat petani di daerah tersebut untuk memastikan harga tetap stabil dan produksi terserap optimal saat musim panen pada Februari 2026.
Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati di Cirebon, Kamis, mengatakan pengawalan dilakukan melalui program Serap Gabah (Sergab) yang menjadi instrumen pemerintah dalam melindungi petani dari fluktuasi harga saat panen raya sekaligus menjaga cadangan pangan.
“Kami hadir untuk memastikan hasil panen petani benar-benar terserap dengan baik dan memberikan dampak ekonomi yang nyata,” katanya.
Pemerintah daerah, kata dia, sudah melaksanakan program tersebut saat dilakukannya penyerapan gabah di area persawahan Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon pada Rabu (25/2).
Ia menjelaskan dalam kegiatan tersebut, Perum Bulog menyerap sebanyak 2.694 kilogram gabah varietas Inpari 33 dari lahan seluas kurang lebih satu hektare milik Kelompok Tani Sipanggang Jaya.
Farida menegaskan kehadiran pemerintah daerah, merupakan bentuk komitmen dalam mengawal rantai pangan dari hulu hingga hilir.
Menurut dia, keberhasilan ketahanan pangan sangat ditentukan oleh kolaborasi yang solid antara petani dan para pemangku kepentingan.
Ia mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Bulog, dan unsur terkait lainnya dalam menjaga stabilitas pangan daerah.
“Kolaborasi lintas sektor seperti ini harus terus diperkuat agar hasil panen tidak hanya menjadi angka produksi, tetapi benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Pihaknya pun mencatat, rata-rata produksi padi Kota Cirebon berada di kisaran 6-6,5 ton per hektare dari total luas lahan sekitar 93 hektare pada musim panen 2025.
Sementara itu, Komandan Kodim 0614/Kota Cirebon Letkol Arm Drajat Santoso mengatakan TNI AD turut mendampingi petani sejak masa tanam hingga pascapanen.
Pendampingan tersebut, lanjut dia, dilakukan untuk memastikan produktivitas tetap terjaga serta harga jual gabah tetap kompetitif melalui Bulog.
“Serap gabah ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan dan mendampingi petani secara berkelanjutan,” katanya.
