Kuningan (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Jawa Barat, mulai melakukan penataan kawasan Kota Tua di daerah tersebut sebagai strategi utama untuk mengejar target 5 juta kunjungan wisatawan pada 2026.
Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya di Cirebon, Rabu, mengatakan pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai melalui penguatan destinasi berbasis budaya dan sejarah serta peningkatan kualitas penyelenggaraan agenda pariwisata.
“Untuk mencapainya, kami fokus pada pengembangan wisata Kota Tua serta peningkatan kualitas agenda pariwisata,” katanya.
Ia menjelaskan pengembangan kawasan kota tua menjadi salah satu prioritas yang saat ini mulai berjalan secara bertahap.
Menurut dia, kawasan yang masuk dalam penataan meliputi Pecinan, Lapangan Kebumen hingga rencana pembangunan tugu titik nol kilometer.
“Untuk Lapangan Kebumen akan dikembangkan, termasuk pembangunan tugu titik nol kilometer,” katanya.
Pada kawasan Pecinan, kata dia, Disbudpar melakukan penataan sesuai fungsi kawasan dengan konsep wisata tematik guna memperkuat daya tarik wisata sejarah dan budaya.
Ia menuturkan beberapa program yang disiapkan seperti aktivasi night market, penataan pedagang kaki lima (PKL), hingga pengelolaan area parkir agar lebih tertib dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
Sementara itu, lanjut dia, Lapangan Kebumen diarahkan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya yang terintegrasi dengan ruang publik di sekitarnya.
Agus menyebutkan sejumlah kegiatan kesenian sudah mulai digelar di kawasan tersebut, termasuk pertunjukan seni di Gedung Bundar sebagai bagian dari aktivasi ruang budaya.
“Ke depan, Lapangan Kebumen akan dikelola langsung oleh Disbudpar sebagai kawasan pasar seni dan ruang ekspresi budaya bagi komunitas maupun pelaku seni lokal,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026