Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat menambah pemasangan jaring penghalang sampah (trash barrier) untuk mencegah penumpukan di aliran sungai, khususnya di Sungai Sukalila.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Senin, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya volume sampah di kawasan tersebut dalam sepekan terakhir.
“Sebagai langkah pencegahan, kami akan menambah pemasangan trash barrier dalam dua hingga tiga hari ke depan di sejumlah titik rawan,” katanya.
Ia menuturkan area di KS Tubun Cirebon menjadi salah satu lokasi prioritas pemasangan alat tersebut, untuk menahan aliran sampah agar tidak menumpuk di Sungai Sukalila.
Berdasarkan pemantauan, kata dia, saat ini terjadi penumpukan sampah yang cukup memprihatinkan di sungai tersebut.
Menurut Edo, penumpukan sampah dengan volume cukup tinggi tersebut berpotensi mengganggu aliran air dan kebersihan lingkungan.
Ia menjelaskan selama ini pemerintah daerah telah melakukan pembersihan sungai secara rutin, baik mingguan maupun dalam beberapa hari sekali.
Namun, kata dia, lonjakan sampah dalam beberapa hari terakhir dinilai di luar kondisi normal sehingga memerlukan langkah tambahan.
“Dalam satu minggu ini sampahnya luar biasa banyak. Beberapa truk sudah kami kerahkan untuk mengangkut sampah, bahkan kemungkinan totalnya bisa mencapai 10 truk,” katanya.
Selain itu, ia menyampaikan pembersihan rutin tetap dilakukan dengan mengerahkan armada pengangkut sampah ke lokasi.
“Adapun sampah hasil pembersihan akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena fasilitas pengolahan sampah di Kota Cirebon masih terpusat di tempat tersebut,” katanya.
Edo menilai kondisi tersebut menjadi perhatian serius, karena Sungai Sukalila sedang dipersiapkan sebagai salah satu ruang publik dan ikon kota.
Ia menegaskan penanganan sampah tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan masyarakat.
“Sebentar lagi Sungai Sukalila ini akan menjadi ikon baru Kota Cirebon. Jadi mari kita jaga bersama, jangan buang sampah sembarangan, apalagi ke sungai,” ujarnya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026