Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat melibatkan berbagai pihak lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting pada 2026 melalui penguatan kolaborasi dan intervensi terintegrasi.

Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati di Cirebon, Rabu, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi percepatan penanganan stunting yang menjadi prioritas pembangunan daerah.

Ia menegaskan keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga masyarakat menjadi kunci dalam menekan prevalensi stunting secara berkelanjutan.

“Banyak sekali pencerahan yang kami dapatkan saat mengikuti forum di tingkat Jawa Barat, Selasa (7/4) kemarin, terutama terkait strategi pencegahan dan penanganan stunting yang lebih efektif,” ujarnya.

Menurut dia, forum koordinasi yang diikutinya itu menjadi sarana untuk menyamakan langkah dan memperkuat komitmen di setiap pemangku kepentingan, baik di tingkat kota maupun provinsi.

Farida pun menyampaikan capaian Kota Cirebon yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menyebutkan angka stunting di Kota Cirebon kini turun menjadi 14,9 persen dari sebelumnya 19,9 persen.

“Penurunan angka stunting ini melibatkan seluruh pihak karena hal ini merupakan hasil kerja bersama,” katanya.

Meski demikian, ia menekankan upaya penurunan stunting harus terus diperkuat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Ia mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran kesehatan, pola asuh anak, serta pemenuhan gizi keluarga guna mencegah stunting sejak dini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon Siti Maria Listiyawati mengatakan forum di tingkat Jawa Barat tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus persiapan pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan evaluasi capaian penurunan stunting dan menyusun langkah strategis, menghadapi pelaksanaan SSGI dalam waktu dekat,” katanya.

Ia menambahkan tren penurunan stunting di Kota Cirebon menunjukkan perkembangan positif dan menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja.

“Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran,” ucap dia.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026