Bandung (ANTARA) - Anggota DPRD Jawa Barat Komisi V, Humairah Zahrotun Noor, mendorong penguatan sistem notifikasi dini kepada masyarakat dalam menghadapi peralihan musim yang rawan cuaca ekstrem di wilayah Bandung Raya.
Ia menekankan pentingnya informasi terkait kondisi cuaca perlu disampaikan secara cepat dan langsung ke masyarakat melalui perangkat telepon genggam, agar potensi risiko bencana dapat diminimalkan.
“Harapan saya dari segi pemerintah, informasi bisa dengan cepat dan langsung masuk ke handphone kita masing-masing. Karena sistem pemerintahan Indonesia sudah berjalan, tapi teknologinya harus dikembangkan,” katanya dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu.
Menurut dia, sistem pemerintahan yang sudah berjalan baik harus diimbangi dengan pemanfaatan teknologi yang mumpuni agar penyampaian informasi, khususnya terkait cuaca ekstrem, dapat lebih efektif.
“Kalau sistem pemerintah sudah bagus tapi teknologinya tidak seimbang, itu sama saja. Teknologi harus dikencangkan,” ujarnya.
Ia menilai bahwa sistem peringatan dini yang terintegrasi seperti yang diterapkan di negara maju dapat menjadi contoh dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana akibat perubahan cuaca.
“Bagaimana caranya notifikasi BMKG bisa masuk ke handphone kita masing-masing, seperti di Korea Selatan dan Jepang,” katanya.
Humairah menjelaskan adanya notifikasi yang cepat dan akurat dapat membantu masyarakat guna memperoleh informasi kondisi cuaca dalam waktu singkat sebelum beraktivitas, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan.
“Jadi misalnya kita mau keluar, dua sampai lima menit sebelumnya sudah ada notifikasi. Di Jepang, misalnya hari ini curah hujan segini, perkiraannya segini, sehingga kita sudah waspada. Kalau hujan, kita bawa payung,” ujarnya.
Ia berharap penguatan sistem peringatan dini berbasis teknologi ini dapat menjadi langkah strategis dalam menghadapi peralihan musim yang kerap memicu cuaca ekstrem dan berpotensi menimbulkan bencana di Bandung Raya.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026