Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat, mengarahkan distribusi paket Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk membantu menurunkan angka stunting di daerah tersebut yang dipadukan dengan intervensi gizi pada kelompok prioritas.

Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati di Cirebon, Kamis, mengatakan program tersebut menjadi langkah strategis dalam percepatan penanganan stunting di daerah.

“Program ini dilaksanakan bukan hanya soal distribusi makanan, namun merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Cirebon,” ujarnya.

Menurut dia, persoalan gizi buruk dan stunting masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan oleh seluruh pemangku kepentingan di Kota Cirebon.

Oleh karena itu, kata dia, intervensi difokuskan pada fase emas pertumbuhan dengan menyasar kelompok prioritas 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Selain itu ia menekankan pentingnya distribusi MBG yang memperhatikan kedekatan radius dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjaga kualitas makanan.

“Distribusi yang dekat akan memudahkan pengawasan dan memastikan kualitas layanan tetap terjaga,” katanya.

Pihaknya mendata saat ini terdapat 43 SPPG di lima kecamatan di Kota Cirebon, dengan 19 unit telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sisanya masih dalam proses.

Ia meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) untuk menjalin koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan program MBG berjalan efektif serta tepat sasaran.

Sementara itu Kepala DP3APPKB Kota Cirebon Suwarso Budi Winarno mengatakan pendistribusian MBG bagi kelompok 3B dilakukan rutin setiap Senin hingga Sabtu.

Ia menyebutkan paket makanan yang diberikan berupa makanan segar atau disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi masing-masing penerima manfaat.

Selain itu, kata dia, sebanyak 771 personel Tim Pendamping Keluarga (TPK) dilibatkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran di lima kecamatan.

“Kami prioritaskan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dari keluarga berisiko stunting dan balita stunting agar program ini efektif menurunkan angka stunting,” ujarnya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026