Cirebon (ANTARA) - Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis) membantu proses perbaikan tanggul dan tebing sungai yang tergerus pada jembatan penghubung di Argasunya, Kota Cirebon, Jawa Barat, guna mencegah kerusakan lebih parah saat terjadi banjir susulan.

Kepala BBWS Cimancis Dwi Agus Kuncoro di Cirebon, Selasa, mengatakan penanganan dilakukan dengan mengarahkan aliran air agar tidak kembali menghantam tebing sungai yang tanahnya labil di sekitar fondasi jembatan.

“Kalau nanti terjadi banjir lagi, air sudah terarah sehingga tidak menghantam tebing sungai di sisi tanah yang rawan,” ujarnya.

Ia menjelaskan secara geologi kawasan tersebut didominasi batu lempung yang mudah tererosi, sehingga beberapa jembatan di wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

Menurut dia, kondisi tebing sungai yang minim vegetasi juga mempercepat pengikisan, sehingga perlindungan alami seperti tanaman penahan tanah perlu dipertahankan.

Dalam tahap awal, BBWS akan melakukan normalisasi alur sungai untuk menstabilkan arus dan mengurangi tekanan air pada struktur jembatan.

Selanjutnya, kata dia, penguatan dilakukan pada bagian kaki pilar dengan metode riprap atau penataan batu di sekitar fondasi untuk meredam energi arus.

“Pilarnya masih cukup kuat, jadi kita fokus melindungi kakinya dulu dengan batu yang ada di sekitar lokasi agar lebih efisien,” katanya.

Ia menyebut pengerjaan dimulai pada pekan ini, dengan dukungan alat berat yang masuk melalui jalur hilir sungai karena akses darat cukup sulit dilalui.

Dwi menyebutkan normalisasi ditargetkan rampung dalam beberapa pekan ke depan, sambil melihat perkembangan kondisi lapangan dan debit air sungai.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan pemerintah daerah berkolaborasi dengan BBWS untuk langkah percepatan perbaikan karena jembatan tersebut merupakan akses penghubung yang penting untuk warga.

Ia menuturkan perbaikan difokuskan agar akses jalan di sekitar jembatan, dapat kembali normal dan aman dilalui masyarakat.

Selain itu, kata dia, akan dipasang pemecah arus sekitar 50 meter dari jembatan untuk mengurangi tekanan air ke arah tebing, sehingga struktur jembatan tetap terjaga saat debit air meningkat.

“Dalam beberapa minggu ke depan akses jalan ditargetkan kembali normal, sembari menunggu penganggaran lanjutan untuk penguatan infrastruktur secara menyeluruh,” ucap dia.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026