Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, mengimbau masyarakat di 31 kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi hingga awal Februari 2025.
Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam keterangannya di Bandung, Senin, mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.9.9/002/0197/BPBD tentang Peringatan Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bandung sebagai langkah antisipasi dini.
“Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir Januari ini,” katanya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat peristiwa tanah longsor di Kampung Mekarsari, Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan, yang menewaskan dua anak setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (1/2) sekitar pukul 14.30 WIB.
BPBD menyebut longsoran setinggi sekitar 15 meter dengan panjang enam meter itu menghantam rumah warga, menyebabkan dua korban meninggal dunia serta kerusakan berat pada satu rumah dan berdampak pada satu rumah kontrakan lainnya, sementara warga di sekitar lokasi diminta mengungsi sementara karena kondisi tanah masih labil.
Sementara itu, Bupati Bandung menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Bandung masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang dalam beberapa waktu ke depan berdasarkan informasi BMKG Stasiun Klimatologi Bandung.
Dirinya menyebut bahwa periode cuaca ekstrem yang diprediksi tersebut diperkirakan berlangsung mulai 23 Januari hingga awal Februari 2025.
Bupati Dadang menambahkan kondisi cuaca ekstrem saat ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, antara lain fenomena La Nina lemah, meningkatnya aktivitas gelombang atmosfer, serta suhu muka laut yang relatif hangat di wilayah sekitar Jawa Barat.
“Kondisi tersebut secara signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan berpotensi menimbulkan curah hujan tinggi di Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan silakan beraktivitas seperti biasa, namun tetap waspada serta memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG,” katanya.
Selain itu, pemerintah kecamatan serta desa dan kelurahan diminta melakukan pemantauan wilayah secara berkala dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait apabila terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.
