Cianjur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat program pembangunan dan rehabilitasi bidang SMP yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025 telah tuntas 100 persen.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Cianjur Helmi Halimudin di Cianjur, Rabu, mengatakan program DAU murni 2025 berupa rehabilitasi ruang kelas sebanyak 36 ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru (RKB) sebanyak 44 ruang kelas.
"Sedangkan bantuan pembangunan toilet dari DAU murni sebanyak 13 unit seluruhnya telah diselesaikan, sehingga seluruh program pembangunan dan rehabilitasi SMP dari DAU murni maupun DAU perubahan 2025 tuntas sesuai target," katanya.
Dia menjelaskan, dari DAU perubahan 2025, dilakukan rehabilitasi 17 ruang kelas dan pembangunan RKB sebanyak 7 ruang kelas serta bantuan toilet sebanyak 17 unit, dimana seluruhnya telah tuntas 100 persen.
Meski sudah menuntaskan pembangunan dan rehabilitasi bangunan SMP di tahun 2025, pihaknya mendata masih banyak ruang kelas SMP di Cianjur yang mengalami kerusakan berat dan belum tertangani, sehingga berbagai upaya dilakukan secara bertahap.
“Jumlah sekolah SMP yang rusak mencapai ratusan unit yang belum mendapat perbaikan atau pembangunan, sehingga ditargetkan lima tahun ke depan dapat tuntas seluruhnya, dimana setiap tahun puluhan sekolah rusak ada yang direhabilitasi dan diperbaiki," katanya.
Seiring cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur, pihaknya meminta sekolah yang menerima bantuan dapat menjaga dan merawat bangunan dengan baik serta rutin melakukan pengecekan kondisi bangunan demi keselamatan siswa.
Pihaknya meminta sekolah mengalihkan proses belajar mengajar ke ruangan lain ketika terdapat ruangan yang tidak layak digunakan sehingga mengancam keselamatan guru dan siswa saat menjalani proses belajar mengajar.
"Kami juga meminta pihak sekolah membuat laporan ketika terdapat bangunan atau ruang kelas yang harus diperbaiki atau rusak akibat bencana sehingga dapat dilakukan penanganan," katanya.
Dia menambahkan, program rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas SMP tidak hanya bersumber dari DAU, namun didukung bantuan pemerintah provinsi dan pusat untuk memenuhi kebutuhan ruang kelas baru serta perbaikan ruang kelas rusak.
