Sumedang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menyediakan layanan pemeriksaan, perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP) Human Immunodeficiency Virus (HIV) di 20 puskesmas sebagai upaya menekan kasus penularan dan kematian akibat penyakit tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang Surdi Sudiana di Sumedang, Kamis, mengatakan bahwa penyediaan layanan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung target nasional di tahun 2030 dalam menekan angka kasus baru dan menghapus stigma terhadap orang dengan HIV.
“Dari total 35 puskesmas yang ada, saat ini sudah ada 20 puskesmas yang sudah siap memberikan layanan pengobatan dan pendampingan HIV karena petugasnya telah mendapatkan pelatihan khusus, sementara pemeriksaan sudah bisa dilakukan di seluruh fasilitas kesehatan,” jelasnya kepada ANTARA.
Dari sejumlah 20 puskesmas yang telah menyediakan layanan PDP HIV tersebut, lima contoh di antaranya Puskesmas Situ, UPTD Puskesmas Rawat Inap Cimalaka, Puskesmas DTP Tanjungsari, Puskesmas Kotakaler, Puskesmas Ganeas, Puskesmas Haurngombong, serta Puskesmas Sumedang Selatan.
Dia juga menjelaskan bahwa kasus HIV di Kabupaten Sumedang pada 2025 masih ditemukan di sejumlah wilayah, dengan sebaran tertinggi berada di kawasan barat dan wilayah perkotaan, disusul beberapa kecamatan di wilayah timur.
Ia menambahkan bahwa salah satu tantangan utama dalam penanganan HIV adalah masih adanya stigma di masyarakat, sehingga sebagian penyintas enggan berobat di puskesmas wilayah tempat tinggalnya sendiri.
“Banyak yang memilih berobat ke puskesmas di kecamatan lain karena merasa malu, padahal yang terpenting adalah mereka mau mengakses pengobatan daripada tidak berobat sama sekali,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Surdi menegaskan bahwa petugas kesehatan di puskesmas menjunjung tinggi kerahasiaan pasien dan tidak akan menyebarluaskan identitas maupun kondisi kesehatan orang dengan HIV.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026