Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung memperkuat peran dari program Warga Peduli AIDS (WPA) untuk menghilangkan stigma terhadap penderita HIV/AIDS di Kota Kembang.
“Saya sudah memulai sebuah pergerakan bernama WPA atau Warga Peduli AIDS di 30 kecamatan. Ini dilakukan bersama Ketua Pokja Pemberdayaan. Sekarang saatnya kita merangkum hasil dari perjalanan 30 hari keliling kecamatan ini untuk dilaporkan pada 1 Desember nanti,” ujar Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, di Bandung, Rabu.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memformulasikan kembali langkah penanggulangan HIV/AIDS secara lebih terarah dan berbasis data lapangan.
“Hasil sementara menunjukkan bahwa tantangan terbesar kita masih pada menghilangkan stigma terhadap ODHA dan meningkatkan kepatuhan terhadap terapi antiretroviral,” katanya.
Farhan menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar tidak salah persepsi tentang HIV/AIDS.
“Kita tidak boleh berhenti melakukan sosialisasi, mulai dari pencegahan dini sampai ke harm reduction. Banyak orang belum bisa bersikap dengan baik karena mereka tidak tahu,” kata dia.
Sebagai bagian dari upaya edukasi, ia juga mengajak masyarakat untuk rutin melakukan donor darah dan memeriksakan kesehatan secara berkala.
