Bandung (ANTARA) - Sehubungan dengan adanya keinginan Gubernur Dedi Mulyadi untuk menghentikan setoran modal ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menegaskan perlunya modal tahunan yang disetor itu guna operasional.
Corporate Secretary Group Head Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Arie Ahsanurrohim, mengatakan sebagai salah satu pemegang saham sekaligus salah satu pengelola, pihaknya menilai dukungan modal termasuk yang disalurkan Pemprov Jabar ke BIJB Kertajati sebesar Rp100 miliar per tahun tersebut perlu, khususnya untuk pemeliharaan fasilitas, terutama aspek operasional, keamanan dan keselamatan.
"Jika penyetoran tersebut tidak dilakukan, potensinya service level akan turun," kata Arie pada ANTARA saat dikonfirmasi di Bandung, Kamis.
Lebih lanjut, Arie mengatakan penyetoran modal tersebut memang harus dilakukan untuk keberlangsungan Bandara Kertajati yang masih butuh dukungan besar, mengingat saat ini kondisinya sampai saat ini memang seperti yang diungkapkan Dedi Mulyadi yakni belum mendatangkan profit.
Meski demikian, Arie menyebut bahwa setoran atau penyertaan modal itu juga merupakan hal yang telah diatur dalam perjanjian antar pemegang saham.
"(Kondisinya) Sesuai pernyataan pak Gubernur. Setoran modal dimaksud prinsipnya itu juga merupakan hal yang sudah diatur dalam shareholders agreement," ujarnya.
Dengan kondisi yang tidak menguntungkan di BIJB Kertajati sendiri, Arie mengatakan pihaknya tidak hanya diam, namun juga berusaha untuk membuka rute-rute penerbangan baru.
"Ya tentunya saat ini sedang berproses dengan semua pihak untuk pembukaan rute-rute baru," ucapnya.
Sebelumnya, ketika ditanya terkait keberatan Gubernur Dedi memberikan biaya operasional Kertajati, bahkan muncul opsi untuk menyetop operasional bandara, Arie menegaskan perlunya pembahasan lebih lanjut.
"Mengenai hal tersebut tentunya harus dilakukan pembahasan bersama seluruh pemegang saham agar konsekuensi dari keputusan itu tidak menimbulkan persoalan lain," tuturnya.
