Cirebon (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cirebon, Jawa Barat, terus menggencarkan kegiatan pendidikan politik dan demokrasi yang ditujukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di daerah tersebut, khususnya pada pelaksanaan Pemilu 2029.
Komisioner Bawaslu Kota Cirebon Nurul Fajri dalam keterangannya di Cirebon, Selasa, mengatakan upaya tersebut dilaksanakan melalui program kolaboratif bersama pemerintah daerah dan DPRD setempat.
Sepanjang tahun ini, kata dia, lembaganya melaksanakan 10 kegiatan pendidikan politik yang menyasar pelajar dan masyarakat umum di tingkat kecamatan.
Ia menjelaskan lima kegiatan digelar khusus bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat yang dipusatkan di gedung DPRD dan Balai Kota Cirebon.
Penempatan lokasi itu, kata Fajri, bertujuan mendekatkan pelajar pada lembaga eksekutif dan legislatif sebagai bagian dari proses edukasi politik sejak dini.
Ia menekankan pelajar merupakan kelompok pemilih pemula yang jumlahnya terus meningkat. Misalnya, pada Pemilu 2024, persentase pemilih muda secara nasional lebih dari 55 persen sehingga memerlukan literasi politik yang memadai.
“Harapan kami mereka tumbuh menjadi pemilih aktif sekaligus bagian dari pengawasan partisipatif di pemilu mendatang,” katanya.
Fajri menyampaikan lima kegiatan lainnya digelar di setiap kecamatan dan menyasar masyarakat umum, dengan materi yang disampaikan mencakup evaluasi pelaksanaan Pemilu 2024, termasuk kejadian pemungutan suara ulang (PSU) di Kecamatan Lemahwungkuk berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi.
Ia mengatakan masyarakat, perlu memahami potensi pelanggaran agar dapat ikut mencegah sengketa pada pemilu berikutnya.
Bawaslu, lanjut dia, membuka ruang seluas-luasnya bagi warga untuk memberikan koreksi terhadap penyelenggara pemilu di semua tingkatan.
Pihaknya juga menyoroti praktik politik uang yang masih menjadi isu berulang di setiap pesta demokrasi, dan Bawaslu tidak pernah mentoleransi bentuk apa pun dari praktik tersebut.
